Selasa, 11 Desember 2012


Ini Sebabnya Kenapa Orang Kreatif Cenderung Berumur Panjang


Think outside the Box' atau berpikir di luar batas, itu adalah slogan khas orang kreatif. Dengan segala kemampuannya untuk berinovasi dan menemukan hal baru, orang dengan daya kreatifitas tinggi ternyata cenderung berumur panjang. Rahasianya karena berpikir kreatif dapat menurunkan stres serta meningkatkan kemampuan otak.

Butuh waktu cukup lama bagi para peneliti untuk mengetahui hubungan antara panjang umur dengan ciri kepribadian 'big five'. Teori 'big five' ini banyak dipakai untuk menjelaskan unsur-unsur kepribadian seseorang. Menurut teori ini, kepribadian terdiri atas unsur Agreeableness, Extroversion, Neuroticism, Conscientiousnessdan Openness.

Agreeableness merupakan kecenderungan bersikap ramah, kooperatif dan hangat. Extroversion adalah kecenderungan untuk bersemangat, antusias dan komunikatif. Neuroticism cenderung gugup, sensitif dan mudah cemas.Conscientiousness cenderung berhati-hati, teratur dan bertanggungjawab. DanOpenness cenderung imajinatif, kreatif dan artistik.

Dalam penelitian sebelumnya, peneliti menemukan bahwa kepribadianneuroticism dapat memperpendek usia dan kepribadian conscientiousnesssebaliknya. Namun penelitian baru ini menemukan bahwa kepribadian opennessjuga merupakan indikator panjang umur. Yang menarik, peneliti menemukan bahwa berpikir kreatif dapat menurunkan stres dan meningkatkan kemampuan otak.

Para peneliti dari Purdue University di Indiana, Massachusetts Veterans Epidemiology Research and Information Center di Boston dan Sekolah Kedokteran Boston University memeriksa data dari 1.349 orang peserta. Data tersebut dikumpulkan dari tahun 1990 sampai 2008. Hasilnya menemukan bahwa kreativitas dapat mengurangi risiko kematian.

"Kami percaya bahwa kreativitas meningkatkan kesehatan karena memperbesar jaringan saraf di otak. Memang sebuah penelitian yang dilakukan sebelumnya menemukan bahwa Openness berkorelasi dengan jumlah materi putih di otak yang lebih banyak. Materi putih di otak membantu koneksi antara neuron di otak," kata peneliti, Nicholas Turiano seperti dilansir Medical Daily, Selasa (18/9/2012).

Dalam laporan yang yang diterbitkan Journal of Aging and Health, Turiano menjelaskan bahwa melatih otak merupakan faktor yang paling penting bagi umur panjang dan tetap sehat. Otak merupakan pusat dari seluruh aktifitas tubuh sehingga melatih otak akan mempelancar fungsi tubuh.

Turiano juga mengatakan bahwa orang-orang kreatif lebih baik dalam menangani stres dibandingkan teman-temannya. Stres diketahui berkaitan dengan berbagai gangguan kesehatan seperti penyakit jantung, gangguan sistem kekebalan tubuh dan demensia. Ketika menghadapi stres, orang kreatif melihat rintangan sebagai tantangan yang harus bisa diatasi.
Ini dia Racun-racun yang Dihisap Para Perokok

 Merokok sama halnya memasukkan berbagai racun berbahaya ke dalam tubuh. Namun meski sudah tahu bahayanya, perokok seperti hanya bergeming dan terus saja menghisap asap tembakau yang penuh racun. Ini dia racun-racun yang masuk ke dalam tubuh ketika perokok menghisap batang tembakaunya.

Umumnya tidak ada satu pun organ di dalam tubuh yang tidak terpengaruh oleh asap rokok, karenanya hampir semua bagian tubuh bisa rusak oleh rokok. Hal ini karena di dalam satu batang rokok mengandung 4.000 senyawa kimia yang 40 diantaranya termasuk racun (toksik) atau karsinogenik (bisa menyebabkan kanker).

Berikut beberapa diantara racun yang masuk ke tubuh ketika perokok menghisap rokoknya, seperti dilansir Asiaone, Selasa (11/12/2012):

1. Acetone (aseton), yang biasanya digunakan untuk penghapus kuteks atau pewarna kuku.
2. Acetic Acid (asam asetat), zat kimia yang terkandung dalam pewarna rambut.
3. Acrolein, sebelumnya digunakan sebagai senjata kimia.
4. Ammonia, biasa digunakan untuk bahan pembersih rumah tangga.
5. Arsenic (arsenik), biasa digunakan untuk racun tikus.
6. Benzene (benzena), yang digunakan untuk bahan pelarut industri.
7. B-napthylamine, digunakan dalam pembuatan pewarna dan karet.
8. Butane, digunakan untuk cairan bahan bakar korek api.
9. Cadmium (kadmium), terkandung dalam batu baterai.
10. Carbon Monoxide (karbon monoksida), dikeluarkan dalam asap buangan mobil.
11. Chromium (kromium), digunakan untuk memproduksi pewarna, cat dan paduan formaldehida cairan pembalseman.
12. Hexamine, ditemukan dalam cairan bahan bakar korek api.
13. Hydrogen cyanide (hidrogen sianida), digunakan untuk industri pestisida.
14. Lead (timbel), digunakan untuk baterai.
15. Napthalene, ditemukan pada kapur barus.
16. Mercury (merkuri), cairan logam pada termometer.
17. Methanol, komponen untuk untuk bahan bakar roket.
18. Nikotin, juga digunakan untuk insektisida.
19. Nitrosamine, ditemukan di deterjen yang keras. Umumnya digunakan sebagai mesin degreaser.
20. Polonium-210, elemen radioaktif tingkat tinggi.
21. Tar, sebagai bahan untuk pembuatan paving jalan.
22. Toluene, digunakan untuk industri cat.
23. Vinyl Chloride, digunakan untuk membuat plastik.